P3K Pada Korban Keracunan

Pada umumnya keracunan adalah masuknya atau dimasukannya zat kedalam tubuh dimana zat itu dapat menyebabkan kerusakan fungsi organ tubuh atau bahkan kematian. Yang sering terjadi adalah keracunan makanan, terjadi apabila tidak cermat dalam menyimpan ataupun memasak makanan. Selain itu, bahan-bahan rumah tangga seperti pembersih atau deterjen juga mengandung bahan kimia yang berbahaya apabila tertelan. Untuk itu, korban keracunan perlu mendapatkan penanganan segera.

Segera hubungi paramedis atau bawa korban ke rumah sakit terdekat. Sertakan pula informasi mengenai usia, jenis racun yang tertelan, berapa banyak racun yang tertelan, kapan peristiwanya terjadi, korban mengalami muntah atau tidak dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membawa korban ke rumah sakit.

Penanganan darurat yang bisa diberikan kepada korban keracunan antara lain:

1. Kurangi kadar racun yang masih ada di dalam lambung dengan memberi korban minum air putih atau susu sesegera mungkin. Jangan beri jus buah atau asam cuka untuk menetralkan racun.

2. Usahakan untuk mengeluarkan racun dengan merangsang korban untuk muntah.

3. Usahakan korban untuk muntah dengan wajah menghadap ke bawah dengan kepala menunduk lebih rendah dari badannya agar tak tersedak.

4. Bawa segera ke ruang gawat darurat rumah sakit terdekat.
5. Jangan memberi minuman atau berusaha memuntahkan isi perut korban bila ia dalam keadaan pingsan. Jangan berusaha memuntahkannya jika tidak tahu racun apa yang ditelan.

6. Jangan berusaha memuntahkan korban bila menelan bahan-bahan seperti pembersih toilet, cairan antikarat, cairan pemutih, sabun cuci, bensin, minyak tanah, tiner serta cairan pemantik api.

Zat asam akan menyebabkan kerusakan lebih parah pada lambung atau esofagusnya jika dimuntahkan. Sedangkan produk BBM yang dimuntahkan dapat masuk ke paru-paru dan menyebabkan pneumonia.
Read More »

P3K Pada Luka Bakar Parah/Berat

Peristiwa bencana kebakaran atau ledakan berisiko menyebabkan terjadinya luka bakar yang parah dan fatal. Sebelum membawa korban ke rumah sakit, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisir kerusakan tubuh yang terjadi.

Luka bakar parah atau luka bakar tingkat III adalah luka bakar yang menghancurkan semua lapisan kulit. Kontak terlalu lama dengan sumber panas dan luka bakar akibat tersengat listrik adalah penyebab utama luka bakar tingkat III.

Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid',Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', gejala luka bakar tingkat III berupa daerah luka tampak berwarna putih, kulit hancur dan sedikit nyeri karena ujung saraf telah rusak.

Beberapa tindakan yang dapat dilakukan jika menemui kasus ini adalah:

1. Jika korban masih dalam keadaan terbakar, padamkan api menggunakan selimut, bed cover, karpet, jaket atau bahan lain. Jangan melepaskan pakaian yang melekat pada luka.

2. Terkadang korban mengalami kesulitan napas, khususnya bila luka terdapat pada leher, wajah dan di sekitar mulut, bisa juga akibat menghirup asap. Lakukan pemeriksaan untuk memastikan korban bisa bernapas.

3. Tempelkan kain basah atau air dingin untuk menurunkan suhu pada daerah luka. Jangan gunakan air es untuk luka di bagian wajah, tangan dan kaki sebab dapat menyebabkan syok.

4. Tutup luka bakar dengan perban steril dan tebal, kain bersih, sarung bantal, popok bersih atau bahan lain yang dapat ditemukan. Tetapi jangan gunakan bahan yang mudah rontok seperti kapas atau kapuk. Jangan oleskan minyak atau ramuan lain pada luka.

5. Segera telepon ambulans. Korban perlu mendapat penanganan medis dengan segera.
Read More »

P3K Pada Luka Bakar Sedang

Luka akibat api atau terpapar benda panas bisa sangat menyakitkan. Kulit yang terkena bisa melepuh bahkan gosong jika terpapar pada suhu tinggi. Sel-sel yang bersentuhan dengan panas pun akan mati. Oleh karena itu, luka bakar perlu mendapat penanganan cepat.

Luka bakar sedang atau luka bakar tingkat II adalah luka bakar yang menyebabkan kerusakan pada lapisan di bawah kulit. Contohnya adalah sengatan sinar matahari yang berlebihan, cairan panas dan percikan api dari bensin atau bahan lain.

Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid',Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', gejala luka bakar tingkat II ini berupa kulit kemerahan, melepuh, bengkak yang tak hilang selama beberapa hari dan kulit terlihat lembab atau becek.

Apabila terjadi luka bakar seperti ini, segera lakukan hal berikut:

1. Siram air dingin atau air es pada daerah luka atau beri kompres dengan menggunakan handuk kecil. Bisa juga menggunakan saputangan yang sebelumnya dicelupkan ke dalam air.

2. Keringkan luka menggunakan handuk besih atau bahan lain yang lembut.

3. Tutup dengan perban steril untuk menghindari infeksi.

4. Angkat bagian tangan atau kaki yang terluka lebih tinggi dari organ juantung.

5. Segera cari pertolongan medis jika korban mengalami luka bakar di sekitar bibir atau kesulitan bernapas.

6. Jangan coba mengempiskan luka yang melepuh atau mengoleskan minyak, semprotan atau ramuan lain tanpa sepengetahuan dokter.
Read More »

P3K Pada Luka Bakar Ringan

Tujuan pertolongan pertama pada luka bakar adalah untuk mengurangi rasa sakit, mencegah terjadinya infeksi, serta mengatasi peristiwa syok yang mungkin dialami korban. Caranya adalah dengan menurunkan suhu di sekitar luka bakar sehingga dapat mencegah luka pada jaringan di bawahnya berkembang lebih parah lagi.

Berdasarkan keparahannya, ada 3 tingkatan luka bakar. Luka bakar tingkat I adalah luka bakar ringan dengan tingkat kerusakan jaringan hanya di bagian luar lapisan kulit. Contohnya adalah kulit terkena sengatan sinar matahari atau kontak langsung dengan objek yang panas seperti air mendidih. Luka bakar seperti ini umumnya tidak disertai kelepuhan pada kulit.

Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid', Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', gejala luka bakar ringan ini berupa kulit kemerahan pada bagian yang terbakar, bengkak ringan, nyeri namun kulit tidk terkoyak karena melepuh.

Ketika mengalami atau melihat korban luka bakar tingkat I, pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah:

1. Siram bagian luka yang terbakar dengan air mengalir atau kompres dengan air dingin. Lakukan sampai rasa sakit menghilang.

2. Tutup luka bakar dengan kain perban steril untuk mencegah infeksi.

3. Jangan memberi mentega atau minyak pada luka bakar.

4. Jangan memberikan obat-obatan lain atau ramuan tanpa persetujuan dokter.
Read More »

P3k Pada Memar

Memar adalah luka yang sering dijumpai dan dialami oleh seseorang. Hal ini terjadi karena beberapa hal seperti terjatuh atau terkena pukulan ke badan yang menyebabkan beberapa pembuluh darah pecah di bawah permukaan kulit. Perubahan warna dan pembengkakan pada kulit timbul karena adanya rembesan darah ke dalam jaringan.

Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', gejala memar adalah daerah yang terkena terasa sakit, kulit memerah lalu berubah warna menjadi biru atau hijau, terkadang timbul bengkak atau benjolan.

Memar biasanya dapat sembuh dengan sendirinya. Meskipun demikian, perlu dilakukan beberapa hal agar memar dapat sembuh lebih cepat, yaitu:

1. Sesegera mungkin kompreslah dengan menggunakan air dingin atau es pada daerah yang memar untuk mengurangi perdarahan dan pembengkakan.

2. Bila memar terjadi pada lengan atau kaki, angkat bagian tersebut dengan posisi lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi aliran darah lokal.

3. Setelah 24 jam, gunakan kompres hangat untuk membantu penyembuhan luka. Kompresan hangat akan membuka pembulu darah sehingga memperlancar sirkulasi darah pada area tersebut.

4. Bila memar bertambah parah atau bengkak dengan rasa sakit tak tertahankan, segera bawa ke rumah sakit karena ada kemungkinan patah tulang atau luka lainnya.
Read More »

P3k Pada Patah Tulang/Fraktur

Patah tulang umumnya disebut dengan fraktur dan digolongkan menjadi 2 macam, yaitu fraktur tertutup dan fraktur terbuka. Pada fraktur tertutup, tulang yang patah tidak sampai keluar melewati kulit. Sedangkan pada fraktur terbuka, sebagian atau keseluruhan tulang yang patah terlihat menembus kulit. Kasus ini dapat berbahaya karena korban kemungkinan akan kehilangan banyak darah dan rawan infeksi.

Jangan memindahkan korban kecuali ada tenaga medis yang berpengalaman, khususnya apabila bagian yang terluka adalah kepala, leher atau tulang belakang. Jika harus dipindahkan, pastikan bagian yang terluka tidak bergeser atau bergerak karena proses pemindahan. Contohnya, ikat bagian kaki yang terluka dengan kaki yang tidak terluka, baru kemudian dipindahkan.

Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', gejala patah tulang antara lain:
- Korban merasa atau mendengar bunyi patahan tulang
- Bagian yang terluka terasa sakit sekali, terutama saat disentuh atau digerakkan
- Sulit menggerakkan bagian yang terluka
- Gerakan bagian tubuh yang terluka tidak normal atau tidak seperti biasanya
- Terlihat bengkak
- Ada rasa sensasi tidak enak pada ujung tulang tubuh yang terluka
- Terlihat ada perubahan bentuk
 Ukuran atau panjang tulang berbeda dengan pasangan tubuh lainnya
- Bagian tubuh yang luka terlihat membiru

Apabila menemui gejala-gejala di atas, penanganan darurat yang dapat dilakukan adalah:

1. Buka jalan napas, lakukan napas buatan jika diperlukan
2. Hentikan perdarahan apabila terjadi patah tulang terbuka. Gunting pakaian korban sebelum melakukan pertolongan.
3. Bila korban tak sadarkan diri, anggap ia mengalami luka di bagian kepala, leher atau tulang belakang.
4. Jangan mencoba untuk mengembalikan tulang yang terlihat keluar.
5. Jangan membersihkan luka atau menyisipkan sesuatu pada tulang yang luka meskipun tujuannya untuk menolong.
6. Tutup luka secara perlahan dengan kain steril atau perban untuk menghentikan perdarahan.
7. Tutup luka secara keseluruhan, termasuk tulang yang menonjol keluar.
8. Hubungi paramedis atau ambulans, jangan mengangkat korban yang terluka di bagian kepala, leher atau tulang belakang tanpa memakai tandu. Jaga kepala tetap lurus dengan badan.
9. Bila pertolongan medis belum datang sementara korban harus dibawa ke rumah sakit, gunakan splint di atas dan di bawah luka sebelum korban dipindah.
10. Jangan memberi minuman atau makanan pada korban.
Read More »

P3K Pada Mimisan

Hidung berdarah atau mimisan dapat disebabkan oleh beberapa hal, misalnya pukulan yang mengenai hidung, iritasi pada membran mukosa hidung karena berusaha mengeluarkan sesuatu secara berulang dari rongga hidung, atau karena infeksi.

Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid', Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', Kebanyakan perdarahan hidung yang terjadi pada anak-anak tidak berbahaya. Namun bila terjadi pada orang tua atau dewasa, hal ini dapat menjadi masalah serius dan membutuhkan penanganan medis.

Apabila menemui hidung berdarah atau mimisan, lakukanlah hal-hal sebagai berikut:

1. Mintalah korban untuk duduk dengan badan condong ke depan. Jaga mulut supaya tetap terbuka supaya darah tidak menutup jalan napas.

2. Pencet hidung selama 15 menit. Tekan di bawah tulang hidung pada bagian ujungnya, lepaskan perlahan. 

3. Jangan biarkan korban melesitkan ingus. Apabila perdarahan terus berlangsung, pencet hidungnya lagi selama 5 menit dan pastikan korban tidak menelan darah yang keluar.

4. Ambil kain basah atau es yang dibungkus dengan kain. Tempelkan pada hidung dan muka korban untuk mempersempit pembuluh darah.

5. Bila perdarahan berlanjut dan ada indikasi patah tulang, segera bawa ke unit penanganan gawat darurat.
Read More »

P3k Pada Perdarahan Dalam

Berbeda dengan perdarahan luar, perdarahan dalam seringkali tidak kelihatan. Bila seseorang terkena pukulan, terjatuh atau kecelakaan lain, sebaiknya kemungkinan ini perlu diantisipasi.

Menurut Stanley M. Zildo seperti dikutip dari bukunya yang berjudul 'First Aid'', Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat', gejala-gejala perdarahan dalam adalah:
- Korban muntah berwarna gelap seperti kopi atau merah pekat
- Batuk darah berwarna merah segar dan atau berbusa
- Tinja berwarna hitam bercampur darah merah
- Muka terlihat pucat
- Tubuh kedinginan atau kulit terasa lembab
- Mata berkunang-kunang
- Perut membesar
- Gelisah
- Kehausan
- Ketakutan
- Kebingungan

Apabila menemukan kondisi seperti ini, penanganan yang dapat dilakukan adalah:
- Jaga korban agar tetap lancar bernapas
- Usahakan korban tenang untuk menghindari syok
- Jangan pindahkan korban jika mengalami luka di bagian kepala, leher dan tulang belakang
- Jika tidak ada indikasi luka dan tidak mengalami syok, pindahkan dengan posisi tidur
- Jangan memberi minum pada korban
- Periksa kembali dan tangani bila ada luka lain seperti patah tulang
- Panggil paramedis atau bawa segera ke dokter atau unit gawat darurat
Read More »

Lomba PMR Madya Se-Kabupaten Kebumen


Gombong – Hari minggu, 17 November 2013 Dewan PMR Wira SMK N 1 Gombong mengadakan lomba PMR Madya se-Kabupaten Kebumen. Lomba ini bertemakan “Relawan Muda Berkarakter Bangsa” . Lomba diikuti oleh sebelas ( 11 ) sekolah se-kabupaten Kebumen. Lomba ini banyak mendapat dukungan dari berbagai pihak. Pukul 07.00 WIB para peserta mulai berdatangan dan mengisi formulir di sekertariat, Peserta yang telah mendaftar ulang lansung memasuki Area Lomba tepatnya di GOR Soesilo Soedarman.  Lomba diawali dengan upacara pembukaan dan Bapak Akhmad Nuraeni selaku wakil sekolah SMK N 1 Gombong memberi sambutan dalam upacara tersebut setelah upacara pembukaan peserta diberi arahan mengenai jalannya lomba. Untuk bidang yang dilombakan sendiri yaitu PP ( Pertolongan Pertama ), PK ( Perawatan Keluarga), PU ( Pengetahuan Umum PMR), Dragbar  dan Poster.  Waktu yang diberikan kepada peserta lomba PU dan Poster  adalah 120 menit atau dua jam serta PP, PK dan Dragbar maksimal dipraktekkan dalam 15 menit. Selain didampingi oleh Dewan PMR Wira dan Pembina lomba PMR Madya ini juga didampingi oleh PMI Kebumen selaku Dewan Juri. Lomba dimulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB, pukul 12.00 – 13.00 WIB, para peserta lomba diberi waktu Istirahat, solat dan makan siang. Setelah pukul 13.00 WIB Perlombaan dilanjutkan untuk bidang PP dan PK karena sistem perlombaannya dengan undian. Untuk menunggu beberapa bidang lomba yang belum selesai, peserta dihibur dengan band sekolah dan peserta juga dihibur dengan game. Agar lebih meriah barang siapa yang melaksanakan permainan dari panitia dengan baik, peserta  akan mendapatkan doorprize. Untuk mempersingkat waktu pengumuman pemenang lomba, maka setelah bidang yang dilombakan selesai dewan juri dibantu dengan Pembina dan Dewan PMR Wira langsung melakukan penjumlahan nilai. Hanya butuh waktu 30 menit untuk menjumlahkan nilai, Panitia langsung melaksanakan upacara penutupan. setelah upacara selesai  dilanjutkan dengan dibacakannya hasil perlombaan. Juara 1, 2, dan 3 Umum serta Juara 1 Perbidang PP, PK, PU, Dragbar dan Poster mendapat Tropi dan Piagam Kejuaraan. Sedangkan Juara 2 dan 3 perbidang mendapatkan Piagam Kejuaraan.
 Berikut Juara Lomba PMR Madya :
Juara 1 umum – SMP N 1 Karanggayam
Juara 2 umum – SMP N 2 Gombong
Juara 3 umum – SMP N 2 Adimulyo B
Juara 1 PP – SMP N 1 Karanggayam
Juara 2 PP – MTs N Gombong B
Juara 3 PP – SMP N 1 Kuwarasan
Juara 1 PK – SMP N 1 Karangayar
Juara 2 PK – SMP N 2 Gombong
Juara 3 PK – SMP N 2 Karanganyar
Juara 1 PU – SMP N 1 Karanggayam
Juara 2 PU – SMP N 2 Adimulyo A
Juara 3 PU – SMP N 3 Gombong
Juara 1 Dragbar – SMP N 2 Adimulyo B
Juara 2 Dragbar – SMP N 2 Adimulyo A
Juara 3 Dragbar –SMP N 1 Karanggayam dan        SMP N 4 Kebumen
Juara 1 Poster – SMP N 2 Gombong
Juara 2 Poster  – MTs N Gombong A
Juara 3 Poster  – MTs N Gombong

Berikut beberapa momen pada saat lomba :
Gb. Upacara Pembukaan Lomba


Gb. Tes Pengetahuan Umum PMR 

Gb. Salah Satu Lomba di Bidang Perawatan Keluarga

Gb. Lomba Bidang Poster

Gb. Lomba Bidang Pertolongan Pertama

Gb. Lomba Bidang Dragbar







Read More »

Triage

Berasal dari bahasa Prancis yang artinya pemilihan atau penyortiran. Dalam dunia medis digunakan sebagai tindakan pemilihan korban berdasarkan prioritas pertolongannya/transportasi. Prinsip dasar TRIAGE adalah menolong para penderita yang mengalami cidera atau keadaan yang berat namun memiliki harapan hidup. Salah satu metode paling sederhana dan umum digunakan adalah metode S.T.A.R.T ( Simple Triage And Rapid Treatment ). Metode ini membagi penderita 4 kategori :
1. Prioritas 1 – Merah
                Merupakan priorits utama, diberikan kepada penderita yang kritis keadaannya seperti gangguan pernapasan, pendarahan berat/tidak terkontrol, dan penurunan status mental.
2. Prioritas 2 – Kuning
                Merupakan prioritas berikutnya diberikan kepada penderita yang mengalami keadaan seperti luka bakar tanpa gangguan saluran napas/kerusakan alat gerak, patah tulang tertutup yang tidak dapat berjalan, dan cidera punggung.
3. Prioritas 3 – Hijau
                Merupakan kelompok yang paling akhir prioritasnya, dikenal dengan “Walking Wounded” atau cidera yang dapat berjalan sendiri.
4. Prioritas 4 – Hitam
                Diberikan pada mereka yang meninggal/mengalami cedera yang mematikan.

> Tanda/label triage
                Setelah para korban dinilai dan dipilah mereka harus ditandai agar dapat dikenali dengan cepat. Tanda triage sangat beragam baik ukuran, bentuk, model dan warna. Tanda dapat terbuat dari berbagai bahan dan bentuk, mulai dari sebuah kartu berwarna saja, kartu dengan berbagai warna yang dapat ditandai, pita, pita khusus, tali berwarna dan lainnya. Bila bahan berwarna ini tidak dapat ditemukan maka dapat dipakai bahan apa saja yang warnanya seperti warna-warna triage misalnya pakaian, pembungkus dan lainnya.

> Sistem START
                Langkah pelaksanaan START.
a. Kumpulkan semua penderita yang dapat berjalan ke area yang ditentukan, beri mereka label warna hijau.
b. Setela itu alihkan ke penderita yang tersisa, periksa.
c. Pernapasan :
- Bila napas >30 kali/menit beri label merah
- Bila penderita tidak bernapas maka buka jalan napas dan bersihkan satu kali, bila pernapsan spontan mulai, beri label merah, jika tidak hitam.
- Bila napas <30 kali/menit, nilai waktu pengisian kapiler.
d. waktu pengisian kapiler :
- >2 detik berarti kurang baik, beri label merah. Hentikan pendarahan bila ada.
- <2 detik, nilai status mentalnya.
- Bila penerangan kurang periksa nadi radial penderita, bila tidak ada maka ini berarti bahwa tekanan darah penderita sudah rendah dan perfusi jaringan menurun.
e. Pemeriksaan status mental :
- Pemeriksaan untuk mengikuti perintah sederhana
-Bila penderita tidak mampu mengikuti beri label merah.

- Bila mampu beri label kuning

Berikut bagan pelaksanaan triage

Read More »

PK ( Perawatan Keluarga )

Latar Belakang
Latar belakang adanya perawatan keluarga ini diawali dengan adanya kirsus keperawatan tahun 1950 yang diadakan oleh Rumah Sakit PMI Bogor yang kemudian kursus tersebut berkembang sampai kepada kursus Perawatan Keluarga.
Pengertian 
Perawatan keluarga adalah perawatan yang dilakukan oleh anggota keluarga itu sendiri dengan menggunakan alat-alat yang ada di lingkungan keluarga itu dan sederhana tetapi hasilnya memuaskan.

Dasar-dasar Perawatan Keluarga
1.Maksud Perawatan Keluarga
a.Karena RS penuh / jumlah RS kurang, serta tenaga Dokter dan perawat kurang.
b.Karena pengaruh keadaan ekonomi, tidak semua orang mampu membayar ongkos RS.
c.Karena faktor kepercayaan / keinginan si penderita yang tidak menginginkan untuk dirawat diluar.
2.Tujuan Perawatan Keluarga
a.Meringankan keadaan si korban.
b.Mempercepat upaya penyembuhan.
c.Memperkecil penularan.
d.Mendidik anggota keluarga untuk menghemat.
e.Membiasakan hidup sehat.
3.Fungsi Perawatan Keluarga
a.Pengamatan terhadap penderita.
b.Tindakan perawatan
c.Tindakan pengobatan
d.Pencatatan.
e.Penyuluhan kesehatan.
4.Sasaran Perawatan Keluarga
a.Penderita yang layak dirawat dirumah.
b.Bayi dan anak yang tidak terawat.
5.Alasan Perawatan Keluarga
a.Secara psikologis orang yang sakit lebih senang dirawat di rumah sendiri.
b.Dapat menghemat waktu dan biaya.
c.Dirawat oleh anggota keluarga sendiri dapat mempercepat penyembuhan.
6.Pelaku Perawatan Keluarga
a.Siapa saja asal mendapat pendidikan sebelumnya.
b.Mereka yang mampu menyelenggarakan.
7.Sifat pelaku Perawatan Keluarga
a.Mempunyai rasa kasih sayang.
b.Adanya suatu keinginan untuk melakukan perawatan keluarga.
c.Mengutamakan kepentingan si penderita.
d.Sehat jasmani dan rohani.
e.Bertanggungjawab
f.Terbuka.
Langkah-langkah Persiapan Perawatan Keluarga.
1.Persiapan
a.Mencuci tangan. Tujuannya :
- Membersihkan tangan dari kotoran.
- Menjaga kesehatan pelaku.
- Mencegah penularan.
b.Memakai celemek, fungsinya :
- Untuk menghindari penularan.
- Melindungi pakaian.
2.Urutan tindakan Perawatan Keluarga
a.Persiapan pelaku.
b.Mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan.
c.Persiapan penderita.
d.Pelaksanaan.
e.Selesai.
Hal-hal yang dilakukan dalam Perawatan Keluarga :
a.Membersihkan tempat tidur si penderita.
b.Penggantian dan pemasangan sprai.
c.Pemeriksaan denyut nadi, suhu tubuh dengan thermometer.
d.Pemberian makan dan minum.
e.Pemberian obat.
Alat-alat yang diperlukan :
a.Alat-alat untuk tidur
b.Celemek
c.Thermometer
d.Obat-obatan
e.Alat mandi
f.Pispot
g.Pasu najis
h.Alat kompres

Buku Panduan Perawatan Keluarga


Pengertian 
Perawatan keluarga adalah perawatan yang dilakukan oleh anggota keluarga itu sendiri dengan menggunakan alat-alat yang ada di lingkungan keluarga itu dan sederhana tetapi hasilnya memuaskan.

Dasar-dasar Perawatan Keluarga
  • Maksud  Perawatan  Keluargaa.   Karena RS penuh / jumlah RS kurang, serta tenaga Dokter dan perawat kurang.
    b.   Karena pengaruh keadaan ekonomi, tidak semua orang mampu membayar ongkos
          Rumah Sakit.
    c.   Karena faktor kepercayaan / keinginan si penderita yang tidak menginginkan
          untuk  dirawat diluar.
  • Tujuan Perawatan Keluargaa.   Meringankan keadaan si korban.
    b.   Mempercepat upaya penyembuhan.
    c.   Memperkecil penularan.
    d.   Mendidik anggota keluarga untuk menghemat.
    e.   Membiasakan hidup sehat.
  • Fungsi Perawatan Keluargaa.   Pengamatan terhadap penderita.
    b.   Tindakan perawatan
    c.   Tindakan pengobatan
    d.   Pencatatan.
    e.   Penyuluhan kesehatan.
  • Sasaran Perawatan Keluargaa.   Penderita yang layak dirawat dirumah.
    b.   Bayi dan anak yang tidak terawat.
  • Alasan Perawatan Keluargaa.   Secara psikologis orang yang sakit lebih senang dirawat di rumah sendiri.
    b.   Dapat menghemat waktu dan biaya.
    c.   Dirawat oleh anggota keluarga sendiri dapat mempercepat penyembuhan.
  • Pelaku Perawatan Keluargaa.   Siapa saja asal mendapat pendidikan sebelumnya.
    b.   Mereka yang mampu menyelenggarakan.
  • Sifat pelaku Perawatan Keluargaa.   Mempunyai rasa kasih sayang.
    b.   Adanya suatu keinginan untuk melakukan perawatan keluarga.
    c.   Mengutamakan kepentingan si penderita.
    d.   Sehat jasmani dan rohani.
    e.   Bertanggungjawab
    f.   Terbuka
Langkah-langkah Persiapan Perawatan Keluarga.

1.  Persiapan
a.    Mencuci tangan
. Tujuannya :
       Setiap pelaku PK sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, pelaku PK harus mencuci
       tangan.
       Tujuannya yaitu :
  • Membersihkan tangan dari segala kotoran
  • Menjaga kesehatan pelaku
  • Mencegah penularan penyakit
  • Melatih suatu kebiasaan yang baik
       Cara Pelaksanaan :
  • Lepaskan seluruh perhiasan di tangan seperti arloji, cincin, dan gelang
  • Buka kran/siram air dari ketel
  • Gosok putaran kran dengan sabun kemudian dibilas
  • Basahi tangan sampai siku dan beri sabun hingga berbusa. Bila perlu dengan sikat tangan mulai dari telapak tangan, sela-sela jari, kuku, punggung tangan, dan lengan sampai siku
  • Sabun disiram air sebelum diletakkan kembali pada tempatnya
  • Bilas tangan sampai bersih
  • Tutup kran dan keringkan tangan dengan handuk
  • Selesai
b.   Memakai celemek, fungsinya :
         Celemek adalah bentuk pakaian untuk menutup pakaian pelaku PK pada waktu merawat
         orang sakit.
         Tujuan : Melindungi pakaian pelaku dari kotoran dan mencegah penularan penyakit.
         Cara menggunakan celemek:
  • Setelah mencuci tangan pegang tali penggantung celemek
  • Masukkan melalui kepala
  • Kedua tali diikat pada bagian belakang dengan ikatan yang mudah dilepaskan
         Cara menggantung celemek setelah dipakai:
  • Apabila di dalam ruangan orang sakit : bagian luar celemek terlihat dari luar
  • Apabila di luar ruangan orang sakit : bagian dalam celemek terlihat dari luar
    - Untuk menghindari penularan.
    - Melindungi pakaian.
c.   Urutan tindakan Perawatan Keluarga
      a.   Persiapan pelaku.
      b.   Mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan.
      c.   Persiapan penderita.
      d.   Pelaksanaan.
      e.   Selesai.
Hal-hal yang dilakukan dalam Perawatan Keluarga :
      a.   Membersihkan tempat tidur si penderita.
      b.   Penggantian dan pemasangan sprai.
      c.   Pemeriksaan denyut nadi, suhu tubuh dengan thermometer.
      d.   Pemberian makan dan minum.
      e.   Pemberian obat.
Alat-alat yang diperlukan :
      a.   Alat-alat untuk tidur
      b.   Celemek
      c.   Thermometer
      d.   Obat-obatan
      e.   Alat mandi
      f.   Pispot
      g.   Pasu najis
      h.   Alat kompres
Read More »

Kegiatan Pelatihan PMR Angkatan X Part 5

Sebelumnya selamat pagi semua,,,
siamo...siamo...siamo

Bagaimana kabar teman-teman di pagi ini? Mudah-mudahan baik ya. Pada kesempatan kali ini kami rencananya akan memposting kegiatan pelatihan PMR Wira sabtu minggu kemarin ( 05-10-2013 ), tapi sangat disayangkan karena foto kegiatannya terhapus dikarenakan memorynya terformat. Jadi kami dan saya secara pribadi mohon maafnya karena perihal tersebut.

Nah untuk meteri sabtu minggu kemarin ( 05-10-2013 ) adalah evakuasi, untuk yang ingin membaca klik langsung pada tulisan Evakuasi. Yang pasti kemarin kegiatannya menyenangkan hanya saja tidak dapat kami bagikan kepada teman-teman semua, karena perihal tadi. Jadi kemari kegiatan seperti biasa, dilanjutkan materi dan setelah materi selesai dilanjutkan dengan praktek evakuasi, nah disini kejadian lucunya terjadi ( syang ngaa dapat diungkapkan dengan kata ).

Ya mungkin sekian posting kali ini, atas kesalahan ini kami mohon maafnya,,
Read More »

Kedaruratan Medis

Seseorang yang mengalami kasus medis atau dikenal dengan kedaruratan medis mungkin
jug adapt mengalami cedera sebagai akibat dari gejala gangguan fungsi tubuh, misalnya
kehilangan kesadaran lalu terjatuh sehingga terjadi suatu luka. Penyebabnya antara lain
infeksi, racun, atau kegagalan satu atau lebih system tubuh. Penangan penderita yang
paling penting adalah menjaga jalan napas dan memantau tanda vital penderita saat
teratur lalu segera merujuk penderita kefasilitas kesehatan
Gejala dan Tanda pada Kedaruratan Medis
Gejala dan tanda pada kedaruratan medis sangat beragam, khas maupun tidak khas antara
lain :
>Gejala :

  1. Demam
  2. Nyeri
  3. Mual, muntah
  4. Buang air kecil berlebihan atau tidak sama sekali
  5. Pusing, perasaan mau pingsan, merasa akan kiamat
  6. Sesak atau merasa sukar bernapas
  7. Rasa haus atau rasa lapar berlebihan, rasa aneh pada mulut
>Tanda :
  1. Perubahan status mental ( tidak sadar dan bingung )
  2. nada cepat atau sangat lambat, tidak teratur, lemah atau sangat kuat
  3. pernapasan tidak teratur
  4. perubahan keadaan kulit : suhu , kelembaban , keringat berlebihan, sangat kering termasuk perubahan warna pada selaput lendir ( pucat,kebiruan dan terlalu merah)
  5. perubahan tekanan darah
  6. pupil mata sangat lebar atau sangat kecil
  7. bau khas dari mulut atau hidung
  8. terjadinya kejang atau kelumpuhan
  9.  mual, muntah, diare


Beberapa kasus umum yang mungkin ditemukan oleh seorang penolong :


1. Pingsan
  • Terjadi karena peredaran darah dan oksigen ke organ otak berkurang.
  • Tanda : - Denyut Nadi lambat - Pucat, Kulit Dingin dan berkeringan

Terjadi akibat :
  • Reaksi terhadap rasa nyeri
  • Kelelahan
  • Kekurangan makanan
  • Emosi yang hebat
  • Berada dalam ruangan yang penuh orang tanpa udara segar yang cukup.
Gejala dan tanda pingsan :
  1. Perasaan limbung.
  2. Pandangan berkunang-kunang dan telinga berdenging.
  3. Lemas, keluar keringat dingin.
  4. Menguap.
  5. Dapat menjadi tidak ada respon, yang biasanya berlangsung hanya beberapa menit.
  6. Denyut nadi lambat.
Penanganan pingsan :

  1. Baringkan penderita dengan tungkai ditinggikan.
  2. Longgarkan pakaian.
  3. Usahakan penderita menghirup udara segar.
  4. Periksa cedera lainnya.
  5. Beri selimut, agar badannya hangat.
  6. Bila pulih, usahakan istirahatkan beberapa menit.
  7. Bila tidak cepat pulih, maka: - Periksa napas dan nadi.- Posisikan stabil.
  8. Rujuk ke Fasilitas kesehatan


2. Paparan Panas
Gangguan tubuh yang terjadi akibat panas ada tiga macam :
a. Kejang Panas ( Kram )
b. Kelelahan Panas
c. Sengatan Panas

A. Kejang panas
Gangguan ini berupa kejang disertai nyeri pada otot yang terjadi pada saat
melakukan kegiatan fisik, misalnya bermain bola, berlari. Umumnya terjadi
pada otot tungkai dan perut. Hal ini terjadi pada akibat kehilangan cairan dan
elektrolit dalam tubuh yang cukup besar melalui keringat. Penderita umumnya
sadar dan berkeringat, suhu tubuh normal.
Gejala dan Tanda :

  1. Kejang pada otot yang disertai nyeri, biasanya pada otot tungkai dan perut.
  2. Kelelahan
  3. Mual
  4. Mungkin pingsan
Penanganan :
  1. Pindahkan penderita ke tempat teduh / sejuk.
  2. Baringkan sampai kejangnya menghilang.
  3. Beri minum kepada penderita ( Oralit atau sejenisnya )
  4. Rujuk ke fasilitas kesehatan terutama bila kejang tidak berhenti.


B. Kelelahan Panas
Kondisi yang tidak fit pada saat melakukan aktivitas di lingkungan yang suhu
udaranya relatif tinggi, yang mengakibatkan terganggunya aliran darah
gangguan ini juga akibat kehilangan cairan dan elektrolit melalui keringat
yang berlebihan sampai sistem sirkulasi terganggu. Bila tidak diatasi
kelelahan panas dapat menjadi sengatan panas.
Gejala dan Tanda :

  1. Pernapasan cepat dan dangkal.
  2. Nadi lemah.
  3. Kulit teraba dingin, keriput, lembab dan selaput lendir pucat
  4. Pucat, keringat berlebihan.
  5. Lemah.
  6. Pusing, kadang penurunan respons
  7. Lidah kering dan haus
Penanganan :
  1. Baringkan penderita ditempat yang teduh
  2. Kendorkan pakaian yang mengikat
  3. Tinggikan tungkai penderita 20 - 30 cm
  4. Beri minum bila penderita sadar
  5. Rujuk ke fasilitas kesehatan


C. Sengatan Panas
Terjadi akibat kegagalan sistem pengaturan suhu tubuh penderita sudah tidak
lagi mampu untuk mengeluarkan kelebihan panas, sehingga suhu tubuh
menjadi terlalu tinggi dan berbahaya bagi keselamatan penderita. Masalah ini
menjadi lebih kompleks bila penderita tidak lagi berkeringat. Keadaan ini
biasanya terjadi akibat aktivitas fisik berlebihan di tempat bersuhu tinggi atau
di tempat yang kelembaban dan ventilasinya kurang baik. Sengatan panas
dapat mengancam jiwa.
Gejala dan Tanda :

  1. Pernapasan cepat dan dalam.
  2. Nadi cepat dan kuat diikuti nadi cepat tetapi lemah.
  3. Kulit teraba kering, panas kadang kemerahan
  4. Pupil mata melebar
  5. Kehilangan kesadaran
  6. Kejang umum atau gemetar pada otot
Penanganan :
  1. Turunkan suhu tubuh penderita secepat mungkin.
  2. Letakkan kantung es pada ketiak, lipat paha, dibelakang lutut dan sekitar mata kaki serta di samping leher.
  3. Bila memungkinkan, masukkan penderita ke dalam bak berisi air dingin dan tambahkan es ke dalamnya.
  4. Rujuk ke fasilitas kesehatan


3. Paparan Dingin ( Hipotermia )
Paparan terhadap dingin dapat menyebabkan suhu tubuh menurun < 35o C.
Tubuh akan berusaha menuruninya dengan cara gemetar , suatu respon bawah
sadar untuk meningkatkan suhu tubuh melalui aktivitas otot. Hipotermia dapat
terjadi akibat penderita berada dialam terbuka dalam waktu yang lama. Ada
beberapa hal yang adapt memperburuk hipotermia yaitu :suhu rendah, angin,
air, usia penderita, kesehatan penderita, penyakit yang diderita, alcohol,
penyalah gunaan obat dan kekurangan makanan .
Gejala dan Tanda

  1. Menggigil / gemetar
  2. Terasa melayang
  3. Pernapasan cepat nadi lambat
  4. Gangguan penglihatan
  5. Reaksi mata lambat
  6. Alat gerak kaku
  7. Pupil mata melebar dan tidak bereaksi
  8. Kesadaran menurun
Penanganan Rawat penderita dengan hati hati, berikan rasa nyaman.
  1. Penilaian dini dan pemeriksaan penderita.
  2. Pindahkan penderita dari lingkungan dingin.
  3. Jaga jalan napas dan berikan oksigen bila ada.
  4. Ganti pakaian yang basah, selimuti penderita, upayakan agar tetap kering.
  5. Bila penderita sadar dapat diberikan minuman hangat secara pelan pelan.
  6. Pantau tanda vital secara berkala.
  7. Rujuk ke fasilitas kesehatan


X. KERACUNAN
Pengertian racun
Suatu zat yang bila masuk dalam tubuh dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan reaksi
tubuh yang tidak diinginkan bahkan dapat menimbulkan kematian. Reaksi kimianya
merusak jaringan tubuh atau mengganggu fungsi tubuh. Harus dibedakan dengan reaksi
obat karena reaksi obat dalam tubuh memang diinginkan, namun ada kalanya terjadi
reaksi obat yang tidak di inginkan . Beberapa contoh zat yang berupa racun : insektisida,
sianida ( pada singkong beracun ), racun binatang ( ular, kalajengking dll ).
Terjadinya keracunan pada manusia :

  1. Sengaja ( Bunuh diri )
  2. Tidak sengaja ( makanan,minuman, udara beracun )
  3. Penyalahgunaan obat

Berdasarkan jalur masuknya racun kedalam tubuh manusia, keracunan dibagi menjadi
empat :

1. Keracunan melaui mulut / alat pencernaan
Gejala :  


  • Mual muntah
  • Nyeri perut
  • Diare
  • Napas berbau
  • Suara parau
  • Luka bakar pada daerah mulut
  • Adanya sisa racun didaerah mulut
  • Mulut berbusa
Penanganan :
  • Beri minum anti racun umum ( norit, susu, putih telur, air kelapa,air mineral )
  • Usahakan si penderita muntah
  • Jangan muntahkan bila menelan asam/basa kuat, minyak, korban kejang, korban tidak sadar


2. Keracunan melalui pernapasan
Gejala : 


  • Sesak napas
  • Kulit kebiruan ( sianosis )
  • Napas berbau
  • Batuk
  • Suara parau
Penanganan :
  • Beri oksigen bila ada
  • Rujuk ke fasilitas kesehatan segera
3. Keracunan melalui kontak / penyerapan ( kulit )
Gejala : 


  • Kulit daerah kontak berwarna kemerahan
  • Nyeri
  • Melepuh dan meluas
Penanganan :
  • Buka baju penderita
  • Bila racun berupa serbuk sikat sampai bersih
  • Siram bagian yang terkena racun dengan air ( minimal 20 Menit )
  • Jangan siram kulit dengan air yang terkena soda api


4. Keracunan melalui suntik / gigitan
Gejala :


  • Luka didaerah suntikan / gigitan
  • Nyeri pada daerah gigitan
  • Kemerahan
  • Perubahan warna kulit
Penanganan :
  • Rujuk ke fasilitas kesehatan
Gejala dan tanda keeracunan :
  1. Penurunan kesadaran, gangguan status mental ( gelisah, ketakutan )
  2. Gangguan pernapasan
  3. Nyeri kepala, pusing, gangguan penglihatan
  4. Mual, muntah, mulut berbusa
  5. Lemas, lumpuh, kesemutan
  6. Pucat, kebiruan ( sianosis )
  7. Kejang-kejang
  8. Syok
  9. Denyut nadi tak beraturan
Penanganan Keracunan secara umum :

  1. Pengamanan penderita dan penolong terutama bila berada di daerah dengan gas beracun.
  2. Keluarkan penderita dari daerah berbahaya bila memungkinkan.
  3. Lakukan penilaian dini
  4. Bila racun masuk melalui jalur kontak, maka buka baju penderita dan bersihkansisa bahan beracun bila ada.
  5. Awasi jalan napas, terutama bila respon menurun atau penderita muntah
  6. Bila keracunan terjadi secara kontak maka bilaslah daerah yang terkena denganair.
  7. Penatalaksanaan syok bila terjadi (Lihat Bab Perdarahan dan Syok).
  8. Pantaulah tanda vital secara berkala.
  9. Bawa ke RS/dokter/Puskesmas.
Gigitan Ular
Bila seseorang penderita luka gigitan ular menunjukkan gejala dan tanda maka berarti
keadaannya serius dan perlu penanganan khusus.
Beberapa gejala dan tanda :

  1. Demam
  2. Mual dan muntah
  3. Pingsan
  4. Lemah
  5. Nadi cepat dan lemah
  6. Kejang
  7. Gangguan pernapasan
Penanganan pada gigitan ular
  • Amankan diri penolong dan tempat kejadian
  • Tenangkan penderita
  • Lakukan penilaian dini
  • Rawat luka, bila perlu pasang bidai.
  • Rujuk ke fasilitas kesehatan
Alternatif :
  • Pemakaian pembalut elastis
  • Identifikasi ular
  • JANGAN MEMAKAI TORNIKET
Read More »